Demam Politik, Janji Anggota Legislatif

Janji Anggota Legislatif

Ais elkirami.- Perhelatan akbar pemilu nasional kayaknya tahun depan beberapa bulan lagi ya! tapi gaungnya semakin lama semakin memanas saja. Semakin lama bahkan saya semakin bosen dengan lagu-lagu bak kaset suak dari sejumlah calon-calon pesuruh rakyat itu. Lagunya merdu sih, tapi kalau itu mulu yang di puter-puter lama kelamaan kita rakyat awam juga bosen ya.

Janji manis melebihi kapasitas, mungkin janjinya udah over dosis. Bagaimana nggak over dosis, hanya mencalonkan diri sebagai anggota dewan perwakilan rakyat saja janji muluk akan mensejahterakan rakyat Indonesia. Seolah-olah kalau duduk jadi anggota DPR dia memiliki wewenang penuh akan semua kebijakan pemerintah.

Terkadang saya heran juga, memangnya wewenang seorang anggota dewan perwakilan rakyat itu apa saja sih? sehingga untuk menduduki sebuah kursi tersebut seorang caleg berani mengumbar janji akan mensejahterakan masyarakat banyak.

Kenapa nggak berjanji akan amanah mengawali penguasa yang akan datang, menyuarakan suara kerakyatan sesuai tupoksi dan wewenangnya sebagai anggota dewan. Kalau calon presiden berjanji akan mengupayakan kesejahteraan rakyat mungkin benar ya! wong dia seandainya menjabat sebagai orang nomor 1 di negeri ini maka akan memiliki kekuasaan dalam mengambil kebijakan, dll.

Lah! kalau seorang anggota dewan punya tugas dan fungsi apa? Fungsi DPR (Dewan Perwakilan Rakyat) adalah sebagai legislasi, anggaran, dan pengawasan yang dijalankan dalam kerangka representasi rakyat. Memang peran nya sangat penting, keberadaan mereka sebagai pengawasan akan kebijakan pemerintah sesuai kesepatakan antara Legislatif dan Eksekutif yang dalam hal ini presiden dan para pembantunya.

Janji Calon Legislatif Di Negara Dengan Sistem Yang Rumit

Janji adalah hutang, mungkin pribahasa itu ada benarnya. Karena yang namanya janji akan diminta tanggung jawabnya, apakah sesuai dengan janji atau hanya janji kampanye.

Janji kampanye itu wajar ya, apalagi janji yang memang akan bisa dilaksanakan sebagai mestinya. Hanya saja jika janji lebay ala calon legislatif yang lupa tupoksinya, ini akan terdengar akan sangat lucu.

Ada juga janji caleg kalau dia terpilih nanti akan mensejahterakan kampung anu, eh padahal dia hanya calon legislatif di tingkat daerahnya. Tugas pokok dan fungsinya adalah legislasi, anggaran, dan pengawasan. Sementara yang melaksanakan sebuah program dilapangan ada bupati, gubernur, hingga presiden yang juga punya janji kampanye.

Memangnya dia bisa dan memeliki wewenang mengeksekusi sebuah program kebijakan. Wong dia duduk di kantor DPR, menerima rencana anggaran dari pihak eksekutif, melakukan rapat dengan yang lain untuk mensetujui atau tidak, kemudian melakukan pengawasan atas hasil kebijakan tersebut.

Lah!!! posisi tawarnya seorang anggota legislatif dimana? bukan nya saya meremehkan anggota dewan. Karena untuk memutuskan sebuah kebijakan iya atau tidak saja, seorang anggota dewan harus mendapatkan dukungan anggota lain yang juga memiliki agenda dan janji kampanye.

Berjanjilah Untuk Amanah Sebagai Kepanjangan Suara Kami

Anggota dewan itu adalah orang terhormat yang mewakili suara orang banyak, sehingga masyarakat banyak tidak harus lagi susah payah menyampaikan suaranya. Apalagi sampai diburu oleh aparat karena terlalu lantang menyuarakan kritikan nya.

Tidak usahlah menjanjikan kami dengan janji manis seribu bahasa, tapi berjanjilah menjadi pengawas yang jeli atas kepentinga rakyat kalian. Jangan biarkan sampai masyarakat yang harus demo didepan kantor bupati, gubernur, atau presiden. Karena itu akan menunjukan bahwa kalian gagal menjalankan tugas sebagai wakil rakyat. Kalian gagal mewakili suara rakyat.

Soal janji kesejateraan, kemerataan keadilan sosial, keadilan hukum, dll biarkan itu menjadi janji orang eksekutif.

Diam, Bisa Jadi Cewek Kamu Sedang Marah Wanita memang memiliki karakter yang unik, terkadang malah sedikit susah untuk diprediksi apa maksud dari sikap yang mereka tunjukan. Termasuk saat di...
Interaksi Dengan Budaya Lain Mendorong Perubahan S... Interaksi Dengan Budaya Lain Mendorong Perubahan Sosial.- Saya percaya bahwa salah satu yang mendorong adanya perubahan sosial bagi seseorang atau kel...
Reuni Akbar 212, Upaya Merajut Persatuan Reuni Akbar 212.- Gaung kemeriahan nya sudah terdengar beberapa hari sebelum hari H pelaksanaan nya. Headline sejumlah media online menghiasi dengan s...

Diterbitkan oleh Ais elkirami

Ais elkirami adalah seorang blogger yang perduli dengan nilai-nilai sosial sebuah kehidupan masyarakat. Konsisten dalam menulis, dan siap belajar dari siapa pun. | www.elkiram.com